Serial TV Terbaik yang Pernah Tayang Di Indonesia Versi 0’35

 

Serial TV merupakan tayangan televisi yang menampilkan cerita bersambung. Cerita bersambung yang diwujudkan melalui beberapa episode ini memiliki sebutan yang berbeda ditiap-tiap negaranya maupun kawasannya seperi Telenovela untuk Amerika Latin, Drama untuk bagian Asia Timur (K-Drama, J-Dorama, HK-Drama, C-Drama, dan TWDrama), Series untuk Hollywood, dan Sinetron untuk Indonesia. Berikut adalah Serial TV terbaik dari masing-masing perwakilan negaranya yang pernah tayang di Indonesia versi saya (sejauh pengamatan saya/0’35) :

Sinetron (Indonesia)

Dalam postingan saya sebelumnya (Drama Korea vs Sinetron Indonesia), saya sempat mengutarakan beberapa kekurangan yang ada pada Sinetron Indonesia untuk dibandingkan dengan kelebihan yang ada pada K-Drama. Namun, terlalu naïf rasanya apabila mengatakan tidak ada Sinetron yang berkualitas di Indonesia. Meski begitu saya tidak merasa menyesal mengungkapkan berbagai kekurangan Sinetron karena tulisan itu mengacu pada mayoritas kualitas Sinetron Indonesia yang berjamuran diberbagai televisi swasta saat ini.

Sinetron Indonesia sempat dikatakan berkualitas ketika sinetron-sinetron mulai mengambil hati masyarakat Indonesia pada 90an hingga awal 2000an yang pada saat itu bisa dikatakan mampu mengalahkan Telenovela (Amerika Latin) dan J-Dorama (Jepang) yang sebelumnya menjamur di televisi Indonesia. Saat itu Sinetron seperti Wiro Sableng, Keluarga Cemara, Si Doel Anak Sekolahan, Jin dan Jun hingga Panji Milenium mampu merebut hati publik dari berbagai umur. Tapi diantara sederet nama itu tidak ada yang ingin saya ambil sebagai favorit untuk kategori Indonesia dikarenakan disaat sinetron-sinetron tersebut mengudara di Indonesia, saya masih belum mengerti jalan cerita, kualitas teknis pada saat produksi, dan kualitas akting karena faktor umur (masih kecil dan imut-imut). Namun saya masih memiliki satu judul favorit yang menurut saya bisa dikatakan terbaik untuk ukuran Sinetron atau Serial TV hasil karya anak bangsa.

Para Pencari Tuhan merupakan sinetron yang tayang pada 2007 di SCTV untuk menemani publik Indonesia di bulan Ramadhan. Pada saat itu kualitas sinetron saat ini sudah mulai menjamur. Tayangan setia ibu-ibu dengan ratusan episodenya dengan akting marah tak masuk akal (mata “kelilipan” dan mulut “komat-kamit”) sudah mulai berjamuran saat itu. Ditengah himpitan sinetron idola ibu-ibu itu, Para Pencari Tuhan (PPT) hadir dengan sesuatu yang berbeda. Dengan cerita bernuansa islami dan Indonesia banget ini mampu menarik perhatian masyarakat Indonesia yang tak hanya dari kalangan ibu-ibu, melainkan dari berbagai kelompok umur.

Sinetron dengan 25 episode pada produksi pertamanya ini berceritaa tentang kehidupan Bang Jack (Deddy Mizwar) yang merupakan penjaga Mushalla dengan ketiga muridnya yang merupakan mantan narapidana, yakni Chelsea (Melki Bajaj), Barong (Aden Bajaj), dan Juki (Isa Bajaj). Tidak diterima lingkungannya masing-masing setelah keluar dari penjara membuat ketiga mantan narapidana itu tak tahu arah dalam menyusuri kota Jakarta hingga nasib mempertemukan ketiganya dalam keadaan kebingungan. Ketiganya kemudian terdampar di mushalla setelah seharian luntang lantung di Jakarta tanpa arah. Hal ini membuat ketiganya bertemu dengan sosok bang Jack, mantan tukang potong hewan ternak yang menjadi penjaga mushalla.

Pertemuan itu membuat cerita makin menarik dengan diterimanya ketiga pemuda itu di mushalla, tidak hanya menerimanya tapi juga sekaligus membimbing ketiganya kembali ke jalan yang benar. Dalam proses kembali ke jalan yang benar itu lah muncul berbagai cerita menarik. Bang Jack yang ilmu agamanya pas-pasan sering salah mengajarkan ilmunya kepada muridnya, untung saja ada Aya (Zaskia Mecca), penjual kolak yang cantik di depan mushalla yang sedikit banyak paham dengan agama sehingga bisa membantu ketiga mantan narapidana tersebut. Selain Aya ada Ustadz Ferry (Akri Patrio) yang merupakan Ipar dari Aya yang juga sesekali turut membantu memberi pengarahan kepada ketiganya dan Bang Jack.

Selaiin tokoh-tokoh tersebut, masih ada tokoh-tokoh lain yang mampu membuat sinetron ini menarik seperti kisah dua sahabat melarat Udin dan Asrul, lalu ada Pak Jalal sang konglomerat dermawan tapi pelit (loh?), tiga sahabat bangsawan Pak RT, Pak RW, dan Bendahara, Azam yang merupakan cinta masa kecil Aya, dan tokoh-tokoh lainnya.

Sinetron ini sekilas terlihat sangat sempurna. Suasana yang khas Indonesia dengan adegan yang tak berlebihan layaknya realita kehidupan masyarakat Indonesia, unsur-unsur komedi yang fresh, dialog yang mengandung unsur sastra yang sederhana tapi mengena dengan berbagai dialog yang rasanya cukup mengena pula sebagai kritik social. Dari segi pemeranan khususnya peran antagonis, tidak ada yang menonjol dalam hal siapa si baik dan si jahat karena semua tokoh melakukan hal yang baik dan yang salah secara bergantian, tidak ada tokoh yang baik seperti malaikat namun selalu ditindas tanpa perlawanan layaknya sinetron masa kini lainnya dan tidak ada pula si jahat yang digambarkan layaknya iblis. Dari segi cerita pun sepertinya komplit, ada kasus yang ditujukan untuk mengkritisi dunia sosial Indonesia baik dari kalangan bawah maupun atas, nilai-nilai agama yang mendidik, persahabatan, kekeluargaan, hingga drama cinta yang rumit seperti kisah cinta Azam dan Aya.

Keberhasilan luar biasa PPT ditahun itu membuat sinetron ini kembali menghibur masyarakat Indonesia di bulan Ramadhan tahun berikutnya dan selanjutnya yang sampai saat ini masih berlanjut hingga mencapai Para Pencari Tuhan Jilid 6. Namun semakin angka dibelakang kata jilid itu bertambah saya pribadi justru semakin malas menanti kelanjutannya. Untuk Jilid 1, 2, dan 3 mungkin masih bisa dibilang menarik. Namun untuk selanjutnya sinetron ini sepertinya hanya punya motivasi yang sebagian besar berasal dari sisi komersial untuk melanjutkannya ke jilid-jilid berikutnya. Kini masyarakat atau bisa dibilang saya pribadi sudah terlalu jenuh untuk menantikan kelanjutannya. Tema yang sepertinya sudah melenceng dari cerita awal seperti dipaksakan untuk dilanjutkan sehingga kesannya kini hanya membahas cerita mengenai akhlak dan aqidah secara umum. Namun meskipun agak kecewa karena seperti dipaksakan untuk dilanjutkan dalam jilid-jilid berikutnya, tapi secara keseluruhan Para Pencari Tuhan Jilid 1 adalah sinetron terbaik yang pernah saya lihat sampai saat ini.

K-Drama (Korea)

Serial TV dari negeri gingseng inilah yang kini mulai menggeser eksistensi sinetron yang sebelumnya sempat mapan. Meski penggemar K-Drama masih hanya dari kalangan remaja wanita dan ibu-ibu, namun tetap tak bisa dipungkiri bahwa K-Drama kini tengah menjadi tayangan potensial untuk mengeruk keuntungan bagi beberapa televisi Indonesia.

Seperti yang saya jelaskan dalam postingan sebelumnya, K-Drama mulai menancapkan eksistensinya di Indonesia pada awal 2000an. Meski belum seheboh sekarang, tapi lambat laun perkembangannya amat menjanjikan. Dimulai dari Winter Sonata, Endless Love, Full House, hingga favorit kebanyakan penikmat korea saat ini seperti Boys Before Flower, 49 Days, Dream High, City Hunter, dll. Berdasarkan pengamatan saya, rasanya Full House dan Boys Before Flowers merupakan yang paling difavoritkan pecinta korea mengingat kisah romantis keduanya mendapatkan banyak sanjungan dari para remaja wanita Indonesia. Ditengah perhatian mayoritas pecinta K-Drama tertuju pada Drama bertema cinta, saya justru kebingungan memilih status K-Drama favorit yang jatuh kepada Dream High dan City Hunter. Penggemar kedua drama ini bisa dibilang banyak juga di negeri ini dan tidak kalah jauh dibandingkan Full House maupun BBF. Dream High dan City Hunter memiliki tema yang unik. Namun dengan pertimbangan tema cerita, saya sepertinya memilih Dream High yang bertema persahabatan dan mimpi yang merupakan tema favorit saya dibanding tema balas dendam yang diusung City Hunter meskipun adegan action dalam drama tersebut bisa dibilang bagus. Yah, kembali kepada selera rupanya.

Dream High merupakan Drama Korea yang diproduksi tahun 2011 dan ditayangkan Indosiar. Drama dengan 16 episode ini bercerita tentang perjuangan enam siswa SMA Seni Kirin menggapai mimpinya dalam bidang musik. Cerita berawal ketika Go Hye Mi (Suzy) yang terpaksa meninggalkan mimpinya di musik klasik untuk masuk ke sekolah seni Kirin karena tuntutan membayar hutang ayahnya. Tapi sayang, gadis yang berbakat ini tidak lolos audisi karena sifat angkuhnya yang membuat dirinya dikalahkan sahabatnya Yoon Baek Hee (Eun Jung). Baek Hee yang merupakan sahabat Hye Mi berniat menjaga perasaan sahabatnya dengan mengatakan rela tidak diloloskan, tapi tekanan hutang yang ada pada Hye Mi membuatnya mencaci maki Baek Hee didepan juri. Hal ini yang kemudian membuat kedua sahabat itu menjadi musuh bebuyutan disekolah bagai kucing dan anjing.

Meski tidak lolos, Hye Mi punya kesempatan melalui jalur khusus yang diberikan kepadanya dan dua orang lainnya, yakni orang desa yang polos namun berbakat dalam menyanyi Song Sam Dong (Kim Soo Hyun) dan Jin Gook (Taecyeon) seorang pria yang suka menari tapi memilih sebagai anak jalanan karena punya masalah dengan bapaknya yang disebabkan kepentingan politik. Hye Mi juga diharuskan menginap di rumah musuh keluarganya yang justru diusulkan oleh bapaknya sendiri karena rumah Hye Mi disita oleh penagih hutang ayahnya. Akhirnya mau tidak mau dia harus menginap di rumah musuhnya yang merupakan salah satu guru sekolah Kirin, yakni Kang Oh Hyuk (Uhm Ki Joon). Guru yang sebelumnya bisa dibilang payah ini mengalami perubahan berkat tanggung jawab yang diberikan Direktur Kirin untuk menjaga tiga murid khusus tersebut. Guru Kang yang awalnya dibenci Hye Mi akhirnya justru menjadi dikagumi karena kesediaannya membantu berbagai masalahnya dan kedua murid khusus lainnya.

Selain empat tokoh utama tersebut, masih ada tiga tokoh lainnya yang punya porsi lebih. Yakni Kim Pil Suk (IU) yang punya suara emas namun memiliki masalah dengan berat badannya. Wajah yang lucu meski gemuk dan sifatnya yang juga polos makin menambah kesan imut pada dirinya. Pil Suk pada akhirnya menjadi kurus karena termotivasi rasa cinta pada Jason (Wooyoung) yang merupakan murid Kirin yang paling berbakat meskipun sebenarnya Jason sudah menyukai Pil Suk apa adanya. Selain itu sosok Guru Shi juga sempat menarik perhatian. Gaya mengajarnya yang disiplin dan keras rupanya punya sisi lembut kepada siswanya yang benar-benar mau bekerja keras. Selain itu benda berupa liontin K juga jadi perhatian, karena liontin yang berasal dari Direktur Kirin itu silih berganti hinggap ke Baek Hee, Hye Mi, Sam Dong, dan Jin Guk. Seperti memiliki kekuatan magis, siapapun yang memiliki liontin itu maka dia akan mampu menyelesaikan masalahnya layaknya benda pembawa keberuntungan. Perjalanan ke enam anak ini (Hye Mi, Sam Dong, Jon Guk, Baek Hee, Pil Suk, dan Jason) dalam mencapai mimpinya untuk terjun dalam dunia hiburan Korea pastinya akan melahirkan berbagai cerita menarik yang bisa membangkitkan motivasi penontonnya dalam usahanya menggapai mimpi.

Nilai plus Drama ini bagi saya nilai-nilai yang ada didalamnya sangat mendidik. Kata-kata motivasi yang sering dikeluarkan dari mulut guru Kang seolah mampu memotivasi penonton seperti saya. Selain itu pengembangan karakter di drama ini sangat menarik. Bagaimana Baek Hee yang dulunya terlihat seperti orang polos berubah menjadi sosok pendengki karena dendamnya pada Hye Mi meskipun pada akhirnya kembali berbaikan dengannya, Hye Mi juga yang awalnya sombong dan angkuh akhirnya berubah setelah melalui serangkaian masalah yang dihadapinya. Meski sifat baik dan jahat sempat terlihat tapi pada akhirnya kondisi lah yang menjadi antagonisnya. Kita tahu bahwa setiap sifat yang dimiliki pasti punya sebab dan akibat. Nilai plus lainnya rasanya lebih ke kisah cinta yang merupakan tontonan manis bagi remaja wanita, kisah cinta segitiga yang rumit antara Hye Mi – Sam Dong – Jin Guk, lalu kisah cinta malu-malu kucing yang menggemaskan antara Pil Suk – Jason dan Guru Kang – Guru Shi. Selain itu berbagai soundtrack (namanya juga drama musikal) dan adegan-adegan yang banyak mengundang tawa juga patut dimasukan dalam nilai tambah lainnya. Tapi sayang, terlalu banyak adegan air mata membuat drama ini terlihat kurang sempurna dimata saya. Selain itu ending yang kurang mengena juga rasanya agak membuat drama ini memiliki titik kekurangan lainnya.

Kesuksesan Dream High pada saat itu membuat sang produser JYP yang juga turut berperan sebagai Guru Yang Jin Man yang membantu Guru Kang mendidik tiga murid khusus itu berniat membuat Dream High Season 2 dengan mengandalkan euforia tersebut. Namun sayangnya drama itu terlihat kurang memenuhi ekspetasi yang diharapkan penggemar Dream high sebelumnya. Alur ceritanya mungkin terlihat menarik dengan tema yang berbeda dengan sebelumnya. Apabila di season 1 menceritakan murid yang berbakat, maka sebaliknya di season 2 yang menceritakan murid yang kurang berbakat. Meski bergantinya pemeran tidak terlalu membuat kecewa, namun penggarapan yang terlihat memaksakan dan terburu-buru membuat tema yang terlihat menarik itu menjadi kacau. Seandainya bisa lebih sabar untuk mematangkan ide mungkin akan beda hasilnya. Keterburu-buruan yang seolah memaksakan itu terlihat ketika season 2 mencoba menghubung-hubungkan cerita season  1 yang ujung-ujungnya terlihat sangat ngawur dan tidak nyambung. Selain itu terlalu banyaknya karakter di Drama ini membuat cerita menjadi kurang fokus. Sama hal nya dengan PPT, keinginan melanjutkan DH yang didasari motivasi komersil justru tidak berjalan baik. Yang mebuat saya bertahan menantikan DH2 ini hanyalah sosok Jin Yoo Jin yang memiliki karakter pemberontak yang tidak mau diatur untuk menjadi artis K-Pop karena setia dengan jiwa Rock-nya. Selain itu soundtrack DH2 yang memiliki genre yang lebih variatif seperti Rock, Acoustic dan Jazz (tidak hanya K-pop saja seperti di DH1) setidaknya agak menolong menambal kekurangan season 2. Meski Dream High 2 gagal memenuhi harapan sebagian besar penggemar Dream High tapi hal itu tidak mengurangi kekaguman saya terhadap drama ini.

Telenovela (Amerika Latin)

Serial TV dari kawasan Amerika Latin ini merupakan tayangan favorit masyarakat Indonesia khususnya Ibu-ibu yang meraih kejayaannya pada era 90an hingga awal 2000an. Sebenarnya mayoritas cerita sinetron-sinetron Indonesia sendiri memiliki format yang sama dengan telenovela atau lebih tepatnya berkiblat ke telenovela. Kisah cinta, konflik internal keluarga, cerita cinta terlarang, dan perebutan harta merupakan tema cerita yang cukup sering ditampilkan Telenovela.

Telenovela meraih popularitasnya di Indonesia dengan judul andalan seperti Rosalinda, Marimar, Maria Marcedes, Betty La Fea, Guadalupe, dll. Telenovela mulai menyita perhatian anak-anak ketika Amigos X Siempre beredar di Indonesia. Seiring suksesnya Amigos, mulailah bermunculan tayangan Telenovela dengan tokoh utama anak-anak seperti Maria Belen dan Carita de Angel. Sama halnya dengan anak-anak lain pada saat itu, telenovela yang berjaya ketika saya masih kecil membuat saya memilih Amigos X Siempre sebagai Telenovela favorit.

Amigos X Siempre atau yang dalam bahasa Indonesianya berarti “Teman Selamanya” ini sangat booming di Indonesia pada awal 2000an dengan 135 episodenya. Amigos X Siempre yang merupakan Telenovela yang berasal dari Meksiko ini bercerita tentang persahabatan beberapa murid di sekolah Institudo Vidal yang dipimpin oleh nenek dari pemeran utama Ana (Belinda) yakni Julio Vidal. Ana merupakan seorang gadis yang memiliki sifat tertutup dan sering mengurung diri di kamar. Ana hanya meiliki Bu Guru Mellisa sebagai teman dekatnya. Kepribadian Ana bukan tanpa alasan. Sebuah kecelakaan tanpa sengaja menimpa Ana dan ibunya, hal ini menyebabkan Ana menjadi piatu Karena Ibunya meninggal. Parahnya, ayahnya Fransisco justru menyalahkan Ana atas kecelakaan tersebut yang menyebabkan kematian istrinya. Kedatangan paman, Salvador dan anak angkatnya Pedro (Martin Ricca) membuat hidup Ana perlahan lebih berwarna. Ana yang dulunya tertutup perlahan mulai membuka diri.

Amigos X Siempre atau Sahabat Selamanya, itulah yang terjadi pada Ana, Pedro, Lourdes, Renata, Santiago, Gilberto, Rafael, Patricia, Carlitos, dan Juan. Tidak mudah menyatukan pikiran dan pendapat dalam sebuah persahabatan, tapi bagi Ana dkk, dimana ada kemauan disitu ada jalan. Banyak lika-liku yang dihadapi Ana, Pedro, dan teman-temannya. Mulai dari menghadapi guru bernama Neftali, aturan-aturan sekolah yang terlalu mengekang, Fransisco yang membenci Pedro dan Salvador yang dianggap akan mengambil alih sekolah Vidal, kenyataan bahwa Ana dan Patricia adalah saudara, hingga kecelakaan pesawat yang menimpa ana dan sahabat-sahabatnya terdampar di sebuah pulau dan harus menghadapi keegoisan diri mereka masing-masing.

Sulit bagi saya untuk menilai serial ini, tak seperti halnya saya menilai PPT dan DH yang tentunya karena kembali berbenturan masalah umur. Sebagai anak-anak tentu sangat sulit bagi saya untuk mengingat detail kelebihan dan kekurangan telenovela ini. Tapa satu yang saya ingat, meski didalam telenovela tersebut ada kisah cinta antar anak-anak, si jahat dan si baik yang terlihat jelas di awal hingga pertengahan episode, tapi kisah persahabatan dan proses bersatunya mereka sungguh sangat menarik. Jadi tak salah rasanya memilih Amigos X Siempre sebagai Telenovela favorit, meski kisah cinta dan perebutan harta ada didalam ceritanya namun kisah persahabatan dan konfik-konflik lainnya cukup memberika pesan pendidikan bagi penontonnya.

TWDrama (Taiwan)

Drama Asia milik Taiwan lebih dulu menyita perhatian dibanding Drama milik Korea yang baru-baru ini booming. Drama Taiwan memang tidak terlalu lama dalam hal periode kejayaannya diindonesia, yakni dari awal 2000an hingga pertengahan 2000. Drama Taiwan menarik perhatian masyarakat Indonesia melalui drama Meteor Garden, At the Dolpin Bay, Twins, Snow Angel, dll. Dari sederet drama unggulan milik Taiwan tersebut, saya justru memilih drama Westside Story sebagai favorit dengan alasan genre yang berbeda yakni action. Susahnya mencari info drama ini di internet sepertinya jadi pertanda bahwa drama ini kalah pamor dari drama-drama yang telah disebutkan diawal tadi bagi penikmat drama di Indonesia.

Westside Story merupakan drama hasil adaptasi komik Taiwan. Drama yang tayang di Indonesia pada 2004 di SCTV ini dibintangi oleh boyband 5566. Drama dengan 16 episode ini menampilkan aksi-aksi mengagumkan, selain perkelahian juga ada aksi lainnya seperti aksi motor, skateboard, sepatu roda, hingga skill mengendarai sepeda.

Serial Taiwan yang bercerita tentang kelompok 203 yang dipimpin oleh You Ya Yu (Tony Sun), Wang Xing Jie (Zax Wang), Feng Ai Sen (Jason Hsu), dan Liu Jiao Mei (Zhou Li Chen). Bagi beberapa orang setempat mereka dianggap sebagai kumpulan berandalan yang kerap kali membuat keributan. Tapi bagi sebagian yang lainnya, aksi-aksi mereka dianggap sebagai suatu keberanian yang membutuhkan nyali besar, dan menjadi figur pahlawan.

Pada suatu peristiwa, kelompok You Ya Yu terlibat perselisihan dengan seorang pemuda lain yang tidak kalah hebatnya bernama Xing Wang (Wallace Huo). Mereka juga kemudian terlibat persaingan untuk merebut cinta Lan Yu Li (Esther Liu) yang awalnya sempat dibencinya Ya Yu. Yu Li sendiri adalah seorang gadis baik yang berhati bersih dan hidup sesuai dengan aturan ketat yang ditanamkan orang tuanya, sementara Xing Wang adalah seorang anak orang kaya yang kuliah di sebuah universitas terkenal. Niat Yu Li awalnya sangat mulia, yaitu menyadarkan Ya Yu untuk bisa kembali ke jalan yang benar. namun lama kelamaan, ia tidak mampu menolak bahwa ada perasaan yang lebih mendalam terhadap Ya Yu yaitu cinta. Hubungan mereka sempat mendapat hambatan besar ketika muncul rumor bahwa mereka memiliki hubungan darah. Lewat sebuah kejadian penyanderaan, Xing Wang tersentuh oleh kebaikan hati Yu Li dan semakin menyukai gadis tersebut. Masalah semakin rumit setelah seorang gadis bernama Shin Yin He muncul yang juga menyukai Xing Wang.

Sama halnya sewaktu saya menikmati Telenovela Amigos X Siempre, saya juuga menikmati Westside Story ketika saya masih kelas 5 SD, sehingga masih agak sulit mereview jalan cerita lengkapnya begitu pula kelebihan dan kekurangannya. Tapi yang saya ingat, action dalam drama ini sangatlah memukau, selain itu persahabatan kelompok 203 yang terdiri dari 4 orang itu mengajarkan persahabat yang saling membantu ketika menghadapi masalah.

J-Dorama (Jepang)

Pada awalnya saya sempat bingung memilih J-Dorama favorit karena seingatku saya belum pernah menonton J-Dorama di televisi Indonesia. Sempat berfikir apakah J-Dorama belum bisa masuk pasar hiburan Indonesia? Tapi rasanya tidak mungkin Negara sebesar Jepang yang merupakan saingan berat Korea dalam hal perfilman itu tidak bisa menembus Indonesia. Ternyata benar dugaan saya, rupanya J-Dorama sempat meramaikan televisi Indonesia pada era 90an hingga awal 2000an. Dorama seperti Oshin, Hana Yori Dango (Boys Over Flower), Attention Please, Itazura Na Kiss, One Liter of  Tears, Great Teacher Onizuka, dll sempat mengudara di Indonesia meskipun eksistensinya masih bisa dibilang kalah dari Telenovela dan Sinetron waktu itu. Namun karena tidak ada satu pun dari judul-judul itu yang pernah saya tonton membuat saya kebingungan menentukan pilihan. Awalnya saya ingin memilih Ultraman Cosmos sebagai favorit. Walau terlihat berbeda dari drama-drama lainnya tapi Ultraman Cosmos juga masih bisa dibilang Serial TV kan?, begitulah awal pemikiranku. Namun ternyata itu salah, meski masih bisa dibilang serial tapi ternyata serial seperti Ultraman memiliki kategori tersendiri. Jepang sendiri sepertinya lebih kaya akan jenis hiburan yang mendunia dibanding negara Asia lainnya. Selain J-Dorama, Jepang masih punya Anime (kartun Jepang) dan Tokusatsu (Super Hero Jepang seperti Ultraman, Power Rangger, Kamen Rider, dan sejenisnya). Apa boleh buat, Ultraman Cosmos kesayanganku tidak bisa masuk list.

J-Dorama menurut pengertiannya adala serial drama TV di Jepang. J-Dorama sendiri memiliki lebih banyak variasi tema cerita dibanding saingannya, Korea yang sedang booming akhir-akhir ini. J-Dorama memiliki berbagai macam cerita dari yang simple menurut kejadian sehari-hari sampai kisah rumit seperti kehidupan sekolah, detektif, kehidupan misteri, legenda, dan beragai cerita berlatar profesi. Alur cerita J-Dorama pun cenderung simpel dan lebih realistis karena biasanya mengenai kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang. Entah apa karena selera masyarakat Indonesia yang menyukai cerita Romance yang penuh intrik, atau karena wajah artis K-Drama yang enak dipandang, dan atau mungkin memang tidak terbiasa dengan cerita yang terlalu sederhana seperti Jepang hingga membuat J-Dorama saat ini seperti tenggelam dan kalah jauh dengan K-Drama saat ini. K-Drama yang identik dengan permasalahan internal keluarga terlihat lebih menarik dibanding cerita simple J-Dorama yang mungkin disebabkan episode yang lebih sedikit (biasanya 9-12 episode) yang menyebabkan cerita lebih fokus.

Dari sedikit judul-judul Dorama yang sudah saya sebutkan diawal. Saya hanya paham denga 3 judul saja, yakni Boys Over Flower, One Liter Of Tears, dan Great Teacher Onizuka. Hana Yori Dango atau Boys Over Flower merupakan cerita yang diadaptasi dari manga Jepang berjudul Hana Yori Dango. Manga ini juga sempat dibuatkan Dramanya di Taiwan (Meteor Garden) dan Korea (Boys Before Flower), sementara di Indonesianya sendiri sempat menjiplak cerita awal dari novel ini kedalam Sinetron Siapa Takut Jatuh Cinta yang diperankan Leony, Indra, Roger, Steve, dan Jonathan. Ketiga drama tersebut sudah pernah saya tonton sehingga sedikit banyak sudah paham isi cerita Boys Over Flower versi Jepang yang sebenarnya bisa dibilang sebagai pelopor Drama ini. Sementara itu saya mengetahui cerita One Liter Of Tears karena Indonesia pun sempat menjiplaknya ke dalam Sinetron Buku Harian Nayla yang diperankan Chelsea Olivia dan Glenn Alinskie yang bercerita tentang seorang wanita yang berjuang dengan penyakitnya. Kedua dorama tadi secara tema bukanlah tipe saya, tapi beda halnya dengan Great Teacher Onizuka. Saya sendiri adalah penggemar Animenya yang berjudul sama sehingga saya agak tertarik melihat bagaimana Anime ini divisualisasikan ke dalam J-Dorama. Namun karena saya sendiri belum pernah menonton versi Doramanya rasanya tidak adil langsung melabelinya dengan status favorit, hal ini membuat saya harus mendownloadnya sebagai perbandingan, apakah mengecewakan atau justru sebaliknya.

Great Teacher Onizuka merupakan J-Dorama yang diproduksi tahun 1998 yang di Indonesia ditayangkan oleh Indosiar. Dorama ini menceritakan seorang guru bernama Eikichi Onizuka (Takashi Sorimachi) yang sewaktu mudanya merupakan mantan ketua geng motor dan lulusan perguruan tinggi tingkat 3. Dengan latar belakang seperti itu, apakah dia mampu menjalankan tugasnya sebagai guru? Itulah yang membuat cerita menarik. Pada awalnya ketika dia mendaftar sebagai guru, Onizuka ditolak mentah-mentah oleh wakil kepala sekolah. Namun kepala sekolah berpikir lain dan menganggap sekolahnya sangat membutuhkan sosok guru seperti Onizuka. Onizuka pun diterima dan ditugaskan menjadi wali kelas 2-4, kelas yang dipenuhi anak pintar namun nakal tingkat akut yang selalu mengerjai guru-gurunya, bahkan tidak sedikit yang depresi akibat ulah anak-anak itu. Selain menghadapi berbagai masalah dari anak-anak kelasnya, Onizuka juga harus menghadapi masalah dari sebagian guru yang tidak suka akan gayanya yang nyeleneh itu khususnya bagi pak wakil kepala sekolah.

Onizuka adalah guru yang berbeda, gayanya tidak seperti guru-guru pada umumnya. Dia lebih menyukai mengajarkan pelajaran akan kehidupan dari pada mengajari anak-anaknya tentang ilmu yang sesuai dengan kurikulum. Karena Onizuka memiliki masa lalu sebagai orang bengal, wajar rasanya jika wataknya yang keras, cuek, dan terkesan tidak peduli dengan tata karma itu membuat dirinya tidak disukai guru-guru lain. Tapi dengan watak seperti itu, dia justru mampu menaklukan anak-anak nakal dikelasnya dengan caranya sendiri yang tak biasa. Selain itu cara Onizuka menyelesaikan konflik membuat salah satu rekan kerjanya yang cantik, Fuyutsuki Azusa (Matsushima Nanako) perlahan menaruh hati pada Onizuka. Kisah cinta malu-malu kucing pun tercipta dan berhasil membuat cerita semakin menarik. Meski pada awalnya hampir semua orang di sekolah membencinya, akan tetapi, pada akhirnya, banyak yang menyadari bahwa Onizuka adalah orang yang berjiwa bersih dan bisa mengatasi setiap permasalahan yang dialami murid maupun rekan sejawatnya. Onizuka akhirnya dianggap banyak orang sebagai “Great Teacher”.

Setelah saya bandingkan dengan anime-nya, akhirnya saya merasa puas dengan J-Dorama ini. Bukan karena doramanya dianggap bisa memvisualisasikan animenya, tapi justru karena GTO versi dorama mampu membuat alur cerita sendiri dan tak terjebak dengan animenya. Keputusan merubah alur tersebut sepertinya mampu mebuat cerita lebih menarik dan penyelesaian masalah menjadi tak mudah ditebak. Unsur komedi yang melekat di anime memang kurang terasa di dorama, hal ini dikarenakan tayangan yang mengundang tawa di anime cenderung tidak rasional dan rasanya tidak mungkin dimasukan dalam dorama. Namun cara penyampaian pesan yang dilakukan dorama lebih menyentuh ketimbang pesan yang disampaikan anime. Dengan alasan ini maka saya dengan pasti memutuskan status J-Dorama favorit jatuh kepada Great Teacher Onizuka.

GTO sendiri telah kembali dibuat Remake nya pada tahun 2012. Patut dinantikan apakah dorma remake ini sesukses pendahulunya? Apabila memuaskan maka GTO menjadi serial yang sukses di berbagai kategori, yakni sukses di manga, sukses di anime, sukses di movie, dan sukses di J-Dorama.

C-Drama & HK-Drama (Drama Mandarin)

Pada awalnya saya sempat bingung mengkategorikan C-Drama (Cina) dan HK-Drama (Hongkong) di Indonesia. Maka dari itu dalam kategori ini saya memutuskan menggabungkan HK-Drama dan C-Drama, selain itu karena Hongkong dan Cina dan menggunakan bahasa yang sama maka saya pun mengkategorikan keduanya menjadi Drama Mandarin.

C-Drama dan HK-Drama  beredar di Indonesia sudah sejak lama dan bisa dibilang sebagai pelopor Drama Asia di Indonesia. Drama Mandarin yang tayang di Indonesia biasanya selalu berlatar Kung Fu, ilmu bela diri Cina. Drama Mandarin yang tayang sejak era 90an hingga kini yang saya ingat yakni, The Return of The Condor Heroes (Kembalinya Pendekar Pemanah Rajawali), White Snake Legend (Legenda siluman Ular Putih), Heaven Sword & Dragon Sabre (Pedang Pembunuh Naga), Putri Huan Zhu, Journey to the West (Kera Sakti), Kung Fu Soccer, dan yang terbaru Kung Fu Master Wong Fei Hung. Mungkin masih ada judul lain, tapi saya sendiri kesulitan mencari info mengena Drama Mandarin yang tayang di Indonesia.

Saya sendiri cukup menyukai serial Kera Sakti yang ceritanya masih terekam dimemori karena sering diputar beberapa kali oleh berbagai stasiun TV swasta Indonesia. Tapi karena saya sendiri adalah penggemar sepakbola, jadi tidak heran rasanya apabila saya lebih memilih Kung Fu Soccer sebagai favorit. Serial yang sepertinya terinspirasi dari Film Shaolin Soccer ini menampilkan cerita yang menarik yang disertai editan animasi yang saat itu bisa dibilang bagus. Serial ini juga dibintangi oleh aktor yang sama yang memerankan Sun Go Kong di serial Kera Sakti yakni Dickey Cheung.

Kung Fu Soccer merupakan Drama Mandarin yang ditayangkan sekitar tahun 2004-2005 di SCTV. Drama dengan 33 episode ini menampilkan tayangan action seputar Kung Fu dan Sepakbola yang mampu menjadi modal utama merebut perhatian penonton laki-laki dan anak-anak khususnya penggemar sepakbola.

Kung Fu Soccer menceritakan tentang perjalanan sebuah tim sepakbola beranggotakan orang-orang yang memiliki kemampuan Kung Fu untuk digunakan dan dikombinasikan dengan kemampuan bermain sepakbola. Cerita bermula ketika Lam Chung Fu (Anthony Wong) yang merupakan mantan pemain sepakbola Cina harus menghadapi nasibnya yang tidak karuan. Namun pertemuannya dengan Xiao Sun/Little Sun (Dicky Cheung) membuatnya ingin membentuk sebuah tim sepakbola yang menerapkan ilmu Kung Fu di dalamnya. Pencarian orang-orang yang menguasai Kung Fu seperti Sun untuk dikumpulkan dan dibentuk sebuah tim menjadi pembuka cerita yang menarik.

Tim sepakbola pasti terdiri dari 11 orang pemain. Karena itulah, Lam Chung Fu pusing tujuh keliling ketika mencari pemain untuk melengkapi timnya. Maklum, sampai saat ini ia hanya memiliki satu pemain saja, Xiao Sun. Keesokan harinya, Lam Chung Fu secara kebetulan bertemu dengan seorang pemain sepakbola yang sekaligus menguasai kungfu Cina bernama Lin Jiang Long. Lam Chung Fu pun menempatkan Lin Jiang Long sebagai kiper. Selanjutnya Da Sun yang merupakan kakak dari Xiao Sun menantang seorang pedagang daging yang dilihatnya mampu menghancurkan tulang dengan tenaga dalam kungfu Cina. Dalam pertarungan tersebut, keduanya dinyatakan menang seri. Apes, Da Sun mengalami muntah darah akibat luka dalam. Lam Chung Fu juga menemukan beberapa pemain baru yaitu Tie Ru Bing si kepala besi, Yang Zheng Bei si peniup angin, dan tukang kredit yang selalu mengganggu Lam Chung Fu dan memiliki kemampuan lari secepat angin. Tetapi Lam Chung Fu masih belum menemukan kelebihan A Jiao. Dari beberapa pemain baru yang dikumpulkan dalam asrama tim sepakbola, hanya ada satu pemain yang tidak bersedia untuk bergabung, Lu Lu, seorang satpam yang memiliki kemampuan tangan besi.

Saya pribadi memiliki kendala yang sama dengan kasus Amigos X Siempre dan Westside Story ketika harus menjelaskan drama ini. Tapi yang saya ingat drama ini sangat kocak, menghibur, dan juga penuh akan makna. Cerita yang menyinggung persoalan pribadi para pemain, persahabatan para pemain, perjuangan tim masuk ke liga dan lainnya membuat cerita ini sangat menarik. Satu lagi yang saya ingat, rupanya soundtrack drama ini sangatlah mirip dengan soundtrack Anime Captain Tsubasa.

US Series (Amerika Serikat)

Selama ini Amerika Serikat dikenal sebagai gudangnya film-film Box Office yang terkenal dengan Hollywood-nya. Tapi bagaimana dengan kualitas serialnya?. Rasanya tidak perlu diragukan juga, terbukti Tahun 1991 ditandai hadirnya beberapa serial TV favorit seperti Beverly Hills 90210, MacGyver, sampai Renegade. Lalu menyusul Baywatch, Cheers, La Femme Nikita, The X-Files, Quantum Leap, Lois & Clark. Akhir ’90-an muncul serial yang lebih modern. Temanya juga lebih beragam semacam Charmed, Ally McBeal, Buffy, the Vampire Slayer, Xena, the Warrior Princess serta Hercules. Untuk selanjutnya, serial Hollywood kesulitan menembus jam tayang utama (18.00-20.00 wib) karena penuh sesak dengan jadwal sinetron kejar tayang. Tapi hal ini tidak menghalangi serial Hollywood seperti Glee, Hannah Montana, Heroes, Smallville, Prison Break, Supernatural, dll untuk tayang di Indonesia meski jam tayang agak kurang bersahabat.

Dari segudang judul-judul tersebut, Supernatural lah yang paling menarik perhatian. Serial bergenre horror ini ternyata mampu membuat saya pribadi penasaran menanti kelanjutan tiap episodenya.

Supernatural merupakan serial horror yang diproduksi tahun 2005 dan ditayangkan di Indonesia melalui Trans 7 sekitar 2010. Serial garapan Eric Kripke dengan 22 episode di season pertamanya ini bercerita tentang petualangan dua Winchester bersaudara, Sam Winchester (Jared Padelecki) dan Dean Winchester (Jensen Ackles) dalam memburu makhluk-makhluk gaib seperti iblis, demon, zombie, werewolf, vampire, jin, dan sejenisnya (sayang sekali tidak ada kuntilanak dan pocong).

Cerita bemula ketika dua Winchester ini masih anak-anak. Sebuah tragedi terjadi ketika ayah mereka John menemukan sang Ibu, Mary mati dibunuh iblis bermata kuning dengan cara yang mengenaskan tepat dihadapan Sam yang waktu itu masih bayi. Semenjak peristiwa itu John melatih kedua anaknya menjadi pemburu hantu dengan tujuan utama membalaskan dendam kepada si iblis bermata kuning tersebut.

Dalam season pertama ini dikisahkan kedua kakak beradik ini mencari ayah mereka yang mendadak hilang. Mereka harus berjuang sendiri tanpa bantuan panutan mereka. Dalam petualangan ini Sam dan Dean juga mendapati jejak iblis yang duapuluh dua tahun lalu membunuh ibu mereka. Selain itu Sam yang baru ditinggal oleh kekasihnya juga mendapati dirinya memiliki keahlian cenayang yang mampu melihat masa depan saat seseorang akan meninggal. Ia harus berusaha mengatasi “kemampuan” barunya ini agar tidak menjadi gila. Bersama Dean yang sejak kecil mendapat tugas “menjaga” adiknya, maka kedua kakak beradik ini bertualang memerangi dunia hitam yang terlihat sangat kejam.

Sam yang digambarkan memiliki karakter bergaya seenaknya, suka ngomong ceplas ceplos, perayu wanita dll sementara Dean merupakan kebalikannya karakter saudaranya yang yang pendiam, teliti dan sering menganggap serius hal yang dianggap saudaranya remeh. Perbedaan karakter kedua tokoh utama ini membuat selingan cerita terlihat menarik dengan pertengkaran adu argumen dan humor mereka. Meski sering bertengkar tapi keterikatan emosiaonal mereka berdua yang kuat sebagai adik-kakak mampu membuat penonton tersentuh.

Serial Supernatural memiliki daya tarik tersendiri dengan unsur ketegangan sebagai modal utamanya. Jika season pertama mengemukakan tema mencari ayah mereka yang menghilang tanpa kabar, season kedua lebih terfokus pada usaha mereka memburu setan mata kuning yang telah membunuh Mary Winchester. Season ketiga bercerita mengenai terbukanya pintu gerbang neraka (Devil’s Gate) oleh setan mata kuning sehingga menyebabkan banyak setan dalam neraka lepas ke dunia. Season keempat mengetengahkan alasan mengapa setan bermata kuning membunuh ibu Winchester Brothers dan juga alasan atas usaha setan mata kuning membuka Devil’s Gate. Musim keempat semakin menarik dengan kemunculan malaikat (angel of God) yang memiliki peran dan rencana mereka sendiri. Tentu saja konsep malaikat dalam film ini agak berbeda jika dibandingkan dengan konsep kemalaikatan umumnya. Hingga sampai saat ini Supernatural sudah mencapai season 7.

UK Series (Inggris/Britania Raya)

Setelah berkelana membahas serial di Indonesia, Asia Timur, Amerika Latin, dan Amerika Serikat, kini kita menuju Eropa khususnya Britania Raya (United Kingdom). Serial dari Eropa yang saya tahu hanyalah serial Tv Merlin, serial yang diproduksi Inggris dan sukses di Amerika. Karena tidak ada kandidat lain maka mau tidak mau sudah pasti kita akan membahas serial ini.

Merlin atau The Adventures of Merlin adalah salah satu serial Inggris yang diproduksi tahun 2008 dan ditayangkan di Indonesia pada tahun 2010 melalui Indosiar. UK Series dengan 13 episode ini bercerita tentang petualangan Merlin (Colin Morgan) -penyihir dalam legenda Arthurian-  di negeri Camelot. Dikisahkan pada masa pemerintahan Uther Pendragon, sihir menjadi suatu tindakan yang dilarang dan dianggap kriminal, sehingga siapapun yang mempunyai/mempelajari ilmu sihir akan langsung dipenggal saat itu juga. Oleh karena itu, Merlin-yang sedang berguru pada Gaius- merahasiakan kekuatannya dan bekerja sebagai pelayan Pangeran Arthur Pendragon (Bradley James)-calon Raja besar- supaya bisa selalu melindungi Pangeran dari gangguan musuh – musuh jahat.

Bagi yang menggemari cerita rakyat atau legenda Inggris tepatnya legenda Raja Arthur, sudah dapat dipastikan tahu siapa Merlin sang penyihir tua bijak yang membantu muridnya, Arthur Pendragon sehingga berhasil menjadi raja Inggris. Telah banyak versi televisi maupun film yang mengangkat kisah Merlin. namun serial drama baru yang bertajuk The Adventures of Merlin ini menawarkan nuansa yang benar-benar baru. Tentu saja serial ini tetap menawarkan sihir, makhluk magis seperti naga atau monster, petualangan Merlin bersama Arthur dan tempat-tempat gaib. Namun berbeda dengan versi tradisional dimana Merlin adalah penyihir tua, maka dalam versi serial ini Merlin digambarkan sebagai pria muda yang sebaya dengan Pangeran Arthur. Walau kisah kedua pria muda ini berseting pada masa awal abad pertengahan (sekitar abad ke-6 atau ke-7), serial ini dibuat dengan gaya pop dan modern. Selain itu kisah cinta segitiga Merlin-ArthurGwen rasanya jadi bumbu lain dalam serial ini

Drama Timur Tengah

Saya agak kekurangan info mengenai drama dari kawasan ini. Entah apa nama atau istilah untuk drama/serial dari kawasan ini. Selain itu drama yang saya tahu dari kawasan ini hanya serial kolosal dengan judul Omar yang tayang pada bulan Ramadhan pada saat sahur ditahun 2012. Sama halnya dengan Merlin, karena saya Cuma mengetahui satu judul saja dalam kategori ini, maka bisa dipastikan pembahasannya.

Omar meruapakan serial kolosal Timur Tengah yang menceritakan kisah nyata perjalanan Khalifah Umar bin Khattab. Dengan sebagian besar syuting dilakukan di Maroko, serial tersebut didanai oleh MBC Group, konglomerat media swasta yang berbasis di Dubai namun dimiliki pengusaha Saudi, dan stasiun Qatar TV yang dimiliki pemerintah. Serial berisikan 30 episode, dengan biaya puluhan juta dolar menurut juru bicara MBC, itu disiarkan oleh televisi satelit di seantero wilayah Arab. Omar sendiri ditayangkan di Indonesia melalui MNC TV pada bulan Ramadhan 2012.

“Omar” merupakan tontonan bermutu yang diambil dari peristiwa penting dalam sejarah Arab dan juga Islam. Kisah sejarah yang sangat menawan yang menampilkan sosok pemimpin besar dalam revolusi pertama yang merubah wajah Timur Tengah sejak kelahiran Islam. Menelusuri kembali ke era awal kehidupan Khalifah Islam kedua ini, figur pemuda berhati keras namun mempunyai kecerdasan di atas rata-rata. Cerita tentang seorang yang kelak menjadi pemimpin dengan pengaruh dan kekuasaan yang besar.  Karakter Umar juga tergambar sebagai pemimpin dengan moral mulia, pemimpin yang memastikan kesejahteraan kepada rakyatnya, dan memastikan kepastian hukum bagi siapapun.

Serial  ini menampilkan cerita keseharian Umar baik sebelum memeluk Islam dan sesudahnya. Semenjak Umar bin Khattab menjadi khalifah untuk menggantikan Abu Bakar yang meninggal dunia. Di kepemimpinan Umar ini lah kejayaan Islam dimulai. Banyak kemajuan yang terjadi melalui kebijakan-kebijakan Umar, dan Umar pun berhasil memperluas pengaruh Islam hingga ke Persia.

Terlepas dari kontroversi pro dan kontranya, serial ini mengandung aspek dramatis yang sangat menarik. Penggambaran kondisi Mekkah saat itu juga digambarkan dengan sangat baik, kondisi psikologis masyarakat, bentuk kultur yang ada, hingga kondisi lingkungan kota Mekkah pada saat itu. Walaupun terdapat banyak adegan-adegan perang yang epik, serial ini juga memiliki pesan-pesan penuh makna dan penuh adegan-adegan yang menggetarkan hati. Serial Omar ini juga tercatat sebagai tayangan Ramadhan yang diproduksi dengan biaya termahal tahun ini. Betapa tidak, serial yang ditulis oleh Dr.Waleed Saif dan diproduksi selama 322 hari ini menghabiskan biaya sekitar 200 miliar untuk 31 episodenya, jika dirata-rata berarti setiap episodenya menghabiskan kira-kira 6 miliar rupiah, sebuah angka yang fantastis. Hasil survei yang juga dirilis AC Nielsen menyatakan bahwa serial Omar ini pemirsa terbanyaknya dari kalangan usia 10-19 tahun.

Namun dibalik banyaknya pujian yang dilontarkan pada serial ini, ternyata di wilayah Arab serial yang disutradarai Hatem Ali ini menimbulkan kontroversi.Drama seri yang mengisahkan perjalanan hidup khalifah kedua kaum muslimin Umar Bin Khattab ini didasari atas keyakinan luas bahwa tokoh-tokoh Islam yang sentral tidak dapat digambarkan oleh aktor. Para ulama konservatif mengecam serial tersebut. Mufti Saudi Arabia, atau otoritas agama tertinggi di negara tersebut, dengan keras mengkritik acara tersebut dalam sebuah ceramah. Perlawanan juga datang dari Universitas al-Azhar, lembaga prestisius di Kairo tempat pembelajaran aliran Sunni.Sementara menteri luar negeri Uni Emirat Arab Sheikh Abdullah bin Zayed secara terang-terangan menolak menontonnya. Namun serial televisi tersebut juga bukan tanpa dukungan, Saif al-Sahabani, kolumnis koran Okaz di Saudi Arabia, menepis ide bahwa penggambaran sahabat Nabi merupakan hal yang dilarang hukum agama.Ia mengutip pernyataan ulama kenamaan Mesir yang tinggal di Qatar Yusuf Al Qaradhawi. Secara umum di wilayah Arab, serial ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

Sekian review serial TV dari berbagai negra yang pernah ditayangkan di Indonesia, apabila ada kesalahan seperti pengutipan tanpa izin, mohon dimaafkan.

About osyad35

Apa yang anda pikirkan setelah melihat karya saya? Silahkan anda menilai dan menyimpulkannya sendiri.

Posted on September 20, 2012, in Movie & Serial and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 8 Comments.

  1. The Adventure of Merlin, satu-satunya serial abad pertengahan yang menggambarkan Merlin sebagai seseorang tanpa janggut abu-abu panjang.

  2. ada yg tau …. ost. i want to live yg tayang di Lbs tv C-drama …. soalnya coba searching tapi hasilnya sulit dicari.

  3. Westside story nya kereeen masbro…
    Coba kalo tayang lagi pasti seru abis.

  4. Aku suka banget sm Westside story..tau link buat ngedownload full movie nya nggak?soalny kalo cari di net susah nemunya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

TEMPAT BELAJAR ILMU KOMUNIKASI

Berikan aku satu kata, akan aku olah menjadi satu juta makna by MRG

Ahmad Makki

Revolusi cuma ada di bawah terik matahari. Di sini, di tempat yang teduh, ia tinggal menempel pada t-shirt bergambar Guevara.

my capucist

Inspire in Your live

O'35

Let's See What You Can Have From My World

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,024 other followers

%d bloggers like this: