Benarkah Tuhan Itu Ada ?

“Ketuhanan yang maha esa”, itulah bunyi sila pertama Pancasila. Pancasila merupakan ideology bangsa sekaligus Dasar Negara Indonesia. Bunyi dari sila pertama tadi menandakan bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat atau warga yang beragama. Indonesia dengan keberagamannya memiliki masyarakat yang beragam pula agamanya, ada Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Buddha, Hindu, dan Konghucu.

Adanya agama berarti ada suatu kepercyaan akan suatu tuhan yang dianut dan disembah. Namun sadarkah anda bahwa selama ini berbagai ilmu yang mengepung kita dari segalah arah seperti ilmu-ilmu yang diajarkan guru-guru kita disekolah itu merupakan teori-teori dari orang-orang tak bertuhan?. Sebagai contoh, kita tentu sering mendengar atau mungkin pernah mempelajari teori evolusi Darwin? Darwin mengatakan bahwa manusia merupakan hasil dari sebuah evolusi kera. Teorinya jelas bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh agama khususnya agama monoteisme (Islam, Kristen, dan Yahudi). Ketiga agama itu meyakini bahwa manusia pertama adalah Nabi Adam dan Siti Hawa, dan mereka diturunkan dari langit dalam bentuk manusia yang sempurna, lalu mana yang anda yakini? Wahyu tuhan yang mengatakan Nabi Adam dan Siti Hawa dalam bentuk manusia sempurna atau teori Drawin yang berpendapat Nabi Adam dan Siti Hawa masih berbentuk kera?. Masih banyak teori-teori dari orang tak bertuhan selain Darwin yang terdengar familiar di telinga kita. Contoh lain mari kita berpindah dari ilmu exact ke ilmu social, yakni teori Comte dengan perkembangan teologinya yang membaginya kedalam periode fetisisme (animisme dan dinamisme), politisme, dan monoteisme. Yakinkah anda Nabi Adam merupakan seorang Animisme, bukankah manusia pertama itu sudah menganut monoteisme (satu tuhan)?.

Apa yang akan anda lakukan sebagai makhluk bertuhan terhadap teori “para ilmuwan” tadi? Menerima, ragu-ragu, atau menentang?. Sebelum anda menjawab, mari kita merenung sesaat, apakah anda berani bertanya-tanya tentang kehadiran tuhan?. Yakinkah tuhan itu ada terlepas dari apa yang anda yakini saat ini? Bukankah sebagian besar dari kita percaya adanya tuhan karena diyakinkan oleh orangtua kita sejak kecil?. Beranikah anda melakukan observasi mencari tuhan yang mungkin akan berakibat mengorbankan kepercayaan anda?. Semua teori ini tentu harus dipertanggung jawabkan, hampir semua ilmu yang diajarkan pada kita serba bertabrakan dengan keyakinan, oleh karena itu mari kita buktikan keberadaan tuhan karena semua harus serba dipertanggungjawabkan termasuk keyakinan kita. Jika anda tidak percaya tuhan silahkan buktikan, jika percaya maka buktikan juga, adil kan?.

Menurut orang yang tak percaya adanya tuhan –atau biasa kita sebut dengan orang atheis- Tuhan merupakan ciptaan manusia dan bukan sebaliknya, begitulah yang dikatakan Ludbig Feuerbach. Maksudnya manusialah yang menciptakan tuhan di dalam pikiran mereka sendiri. Tokoh-tokoh sperti Feuerbach, Marx, Comte, Nietzsche, Freud, dll hampir memiliki teori yang seragam tentang ketuhanan. Kita menyebutnya “Tuhan”, tapi mereka menyebutnya dengan gambaran tentang tuhan, tuhan hanyalah sebuah ilusi semata yang mencerminkan kelemahan manusia yang tidak percaya diri menghadapi masalahnya.

Tuhan ada karena ciptaannya ada, mungkin itulah yang umum dikatakan orang-orang bertuhan dalam membela tuhannya. Sekilas memang benar, tapi para atheis punya seribu alasan untuk menangkalnya termasuk beralasan bahwa alam semesta dan isinya ada karena proses alamiah. Sementara saya pribadi berteori bahwa hal-hal yang tidak bisa dijelaskan manusia adalah bukti adanya tuhan. Tokoh-tokoh “hebat” itu memang berpendapat manusia bisa menyelesaikan masalahnya sendiri dengan kebebasan mutlak tanpa ada kekangan dari wahyu-wahyu tuhan. Namun sesombong-sombongnya manusia, sehebat-hebatnya pemikiran para tokoh itu, mereka tetap menyimpan tanda tanya besar didalam diri mereka tentang misteri dunia ini. Seperti halnya Nietzsche yang menulis God Is Death, pada akhir hayatnya dia tetap menyimpan pertanyaan besar yang belum bisa dijawabnya, yakni tentang kematian dan kelahiran. Sehebat-hebatnya merekaa, mereka tetap tidak mampu menjawab persoalan seperti itu, kematian, kelahiran, keteraturan dan kerumitan alam semesta beserta isinya, ruh, dan hal-hal yang berbau metafisis. Berbagai persoalan yang belum bisa dijawab oleh manusia itulah bukti adanya tuhan. Bukti bahwa ada sesuatu yang diluar jangkauan nalar manusia, yaitu kehendak-Nya.

Pembantu Dekan III FISIP Universitas Brawijaya, Pak Suryadi menjelaskan petunjuk dalam melakukan observasi pencarian tuhan. Beliau berkata bahwa kitab suci dari seluruh agama  memiliki unsur yang sama. Mengapa? Karena kitab suci dibuat oleh tuhan, penganut agama apapun pasti sependapat dengan hal ini.

Unsur-unsur Kitab Suci :

  1. Tidak ada yang salah
  2. Tidak dapat diduplikasi
  3. Tidak ada perselisihan/benturan mengenai isinya
  4. Solusi kebenaran
  5. Universal, dll

Dari unsur-unsur tadi mari kita buktikan apakah tuhan itu ada, bagaimana caranya?. Semua kitab suci seperti Alqur’an, Bible (Injil), Tripitaka, Weda, dan lainnya berisi menjelaskan kepada tiga bagian, yakni Tuhan, Manusia, dan Alam. Karena kali ini kita sedang meneliti tuhan maka kita tidak akan mencari tahu tentang tuhan di berbagai kitab-kitab itu karena berbeda versi akan tetapi kita akan mencari tahu apa yang dikatakan tuhan tentang manusia dan alam di kitab-kitab tersebut. Tentu saja karena kitab suci memiliki unsur tidak ada yang salah maka tuhan tidak akan salah menjelaskan tentang manusia dan alam kepada umatnya bukan?. Dan anda akan menarik kesimpulan akhirnya, apabila dari semua kitab tersebut semuanya salah atau semuanya benar maka teori tak bertuhanlah yang benar dan kita buang keyakinan kita, tapi apabila salah satu kitab itu ada yang benar dan yang lainnya salah maka agama itulah yang benar dan tuhan memanglah ada, lalu kita buang jauh-jauh pemikiran orang-orang tak bertuhan itu dan pegang teguh keyakinan kita. Berani mencoba?

About osyad35

Apa yang anda pikirkan setelah melihat karya saya? Silahkan anda menilai dan menyimpulkannya sendiri.

Posted on September 25, 2012, in My Analisysis and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Ahmad Makki

Revolusi cuma ada di bawah terik matahari. Di sini, di tempat yang teduh, ia tinggal menempel pada t-shirt bergambar Guevara.

my capucist

Inspire in Your live

O'35

Let's See What You Can Have From My World

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,988 other followers

%d bloggers like this: